Sabtu, 05 Oktober 2013

BERHARAP YANG TERBAIK

Setiap pasangan pasti menginginkan pernikahanya langgeng hingga akhir hayat. Namun apa dikata bila salah  satu pihak mempunyai WIL (Wanita Idaman Lain), dan wanita itu tidak jelas perilakunya. 
Apakah mungkin wanita baik-baik yang mau menggoda laki-laki yang sudah jelas beristri. Hanya wanita murahanlah yang demikian itu. 

Sebagai sesama wanita, saya sangatlah prihatin mengetahui kisah yang dialami ibu ini. Walau baru satu kali bertemu tapi rasanya sudah sangat dekat seperti keluarga. 
Suaminya adalah bos saya dikantor, dan saya sangat menghargai beliau karna kebaikannya, karir yang dibangunya dan semua kesuksesannya. Namun rasa segan saya menghilang ketika mengetahui bos saya akan menggugat cerai istrinya tanpa sebab musabab yang jelas. cerita yang disampaikan ke saya dan rekan kerja saya sangatlah memojokan bahkan terkesan menjelekkan istrinya.Padahal saya dan rekan saya mengetahui kebenaran atas kebohongan yang disebarkan bos saya. bahkan saya menilai bos saya itu sangat berlebihan sampai menangis bercerita dengan saya, rekan kerja saya dan pimpinan Fakultas perihal niatnya utk menggugat cerai istrinya. Kami tidak mengerti apa arti dari tangisanya itu. Aneh!

Yang membuat kami mengelus dada ialah ternyata bos kami tersebut sudah bercerita kepada teman2 kantornya sesama dosen. ckckck, hanya orang bodoh yang membuka aibnya sendiri didepan orang lain. saya sampai miris mendengar cerita2 yang dibeberkan bos saya kepda rekan2nya. Mulai dari istrinya menuntut harta, istrinya menuduh sudah nikah siri (padahal hnya dalam islam ada nikah siri, sedangkan bos saya noni), dan masih banyak tuduhan-tuduhan lain yang tidak berdasar.
saya dan rekan saya merasa sangat kasihan dengan ibu. sudah bertahun-tahun menemani suaminya dalam susah maupun senang, namun setelah berada seperti sekarang malah digugat cerai. Laki-laki macam apa namanya yang menggugat istrinya yang sudah menemaninya dari nol hingga menjadi sukses seperti sekarang. Dan lebih memilih wanita murahan penggoda suami orang. Amit-amit ya Allah, Jauhkan suamiku dari hal seperti itu.

Sekarang rasanya sudah tidak nyaman bekerja dengan bos yg demikian perilakunya. Pembohong dan Gila Hormat, Suka Pamrih kalau ngasih sesuatu ke orang lain. Tapi saya masih butuh pekerjaan ini untuk membeli keperluan anak dan lainnya. Kalau harus pindah kerja banyak hal yang harus dipertimbangkan termasuk pengasuhan putra saya, Izam. 
Hanya bisa berdoa semoga semua ini Happy Ending, Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar